Masjid Bir Ali: Tempat Miqat yang Diberkahi untuk Memulai Ihram

Masjid Bir Ali, yang terletak sekitar 11 km dari Masjid Nabawi, adalah tempat miqat bagi jamaah haji dan umroh yang berangkat dari Madinah. Di tempat inilah Rasulullah ﷺ berhenti, mandi, mengenakan ihram, dan berniat sebelum berangkat ke Makkah. Oleh sebab itu, Masjid Bir Ali menjadi titik awal bagi jamaah untuk memasuki keadaan ihram.

Selain dikenal sebagai Dhul Hulaifah, sesuai dengan nama daerahnya, masjid ini juga disebut Bir Ali, yang berasal dari sumur (bir) yang digali oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Keutamaan Masjid Bir Ali dalam Hadis

Miqat adalah batas tempat bagi jamaah haji dan umroh untuk memulai niat ihram. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tempat miqat penduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah (Bir Ali), tempat miqat penduduk Syam adalah Juhfah, tempat miqat penduduk Najd adalah Qarnul Manazil, dan tempat miqat penduduk Yaman adalah Yalamlam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa bagi siapa saja yang datang dari arah Madinah, wajib berihram di Masjid Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Tata Cara Ihram di Masjid Bir AliMandi sunnah sebelum mengenakan pakaian ihram.
Mengenakan pakaian ihram, bagi laki-laki terdiri dari dua kain putih tanpa jahitan, sementara wanita memakai pakaian yang menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan.
Shalat sunnah ihram dua rakaat sebelum berniat, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Berniat ihram umroh atau haji:

  • Untuk umroh:
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
    (Labbaikallahumma ‘umratan)
    (Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umrah.)
  • Untuk haji:
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
    (Labbaikallahumma hajjan)
    (Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk haji.)
    Mengumandangkan talbiyah setelah niat:
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْك، لَا شَرِيكَ لَكَ
    (Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak.)
    (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Segala pujian, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.)
    Menjaga larangan ihram, seperti tidak memotong rambut dan kuku, tidak memakai wangi-wangian, serta menghindari perbuatan yang dilarang dalam keadaan ihram.

Keutamaan Haji dan Umroh

Haji dan umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Umroh juga memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Antara satu umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, bagi siapa pun yang diberi kesempatan oleh Allah untuk berkunjung ke Tanah Suci, hendaklah menyegerakan niat dan usaha untuk menunaikan ibadah ini.

Raih Keberkahan di Masjid Bir Ali

Masjid Bir Ali menjadi saksi niat suci setiap jamaah yang hendak bertamu ke rumah Allah. Setiap langkah dari tempat ini adalah awal perjalanan spiritual yang penuh keberkahan.

💡 Siap menjalankan ibadah umroh? Konsultasikan perjalanan Anda dengan kami!

Hubungi kami untuk informasi dan pendaftaran Umroh, Haji, Wisata Islami di WA: 0857.8099.4909.

Scroll to Top