Multazam adalah bagian dari Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk berdoa, di mana banyak jamaah menempelkan dada, wajah, lengan, dan kedua tangannya sembari memohon kepada Allah. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam, tetapi setiap Muslim dianjurkan untuk berdoa sesuai dengan hajat dan kebutuhannya.
Keutamaan Multazam
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma bahwa beliau berkata, “Al-Multazam adalah antara Rukun (Hajar Aswad) dan Pintu Ka’bah.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika seseorang ingin mendatangi Multazam, menempelkan dadanya, wajah, lengan, dan kedua tangannya serta berdoa kepada Allah dengan hajatnya, maka itu diperbolehkan. Hal ini boleh dilakukan sebelum Thawaf Wada’, maupun kapan saja selama tidak mengganggu orang lain.” (Majmu’ Fatawa, 26/142-143)
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai hukum iltizam (menempelkan tubuh di Multazam), karena tidak ada riwayat sahih dari Rasulullah ﷺ yang secara eksplisit memerintahkannya. Namun, banyak sahabat Nabi yang melakukannya ketika pertama kali tiba di Makkah. Oleh karena itu, iltizam di Multazam diperbolehkan selama tidak menyebabkan kemudharatan atau mengganggu jamaah lainnya. (Syarh Al-Mumti’, 7/402-403)
Adab dan Tata Cara Berdoa di Multazam
- Berdoa dengan Khusyuk – Berdoa di Multazam hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan, mengharap rahmat dan ampunan Allah.
- Menghindari Kerumunan Berlebih – Tidak diperkenankan berdesak-desakan atau menyakiti orang lain hanya untuk menempel di Multazam.
- Tidak Ada Doa Khusus – Jamaah bisa membaca doa apa saja sesuai dengan keinginannya, seperti doa yang diajarkan oleh Ibnu Abbas:
“Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan anak dari budak-Mu. Engkau telah membawaku ke rumah-Mu dengan rahmat-Mu, maka jika Engkau telah ridha kepadaku, tambahkanlah keridhaan-Mu kepadaku. Dan jika Engkau belum ridha, maka ridhoilah aku sebelum aku meninggalkan rumah-Mu…”
- Boleh Berdoa Tanpa Menempel di Ka’bah – Jika Multazam penuh, cukup berdiri di sekitarnya dan berdoa dengan penuh keyakinan.
Multazam dalam Sejarah
Ketika Rasulullah ﷺ menaklukkan Makkah, banyak sahabat melihat beliau keluar dari Ka’bah dan menyentuh dinding Ka’bah dari pintu hingga ke Hijr Ismail. Dalam riwayat lain, Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu’anhuma mengatakan bahwa beliau melihat Rasulullah ﷺ menempelkan tubuhnya di Multazam dan berdoa dengan penuh khusyuk. (HR. Abu Dawud, 1899; Ibnu Majah, 2962)
Kesimpulan
Multazam adalah salah satu tempat terbaik untuk berdoa di Masjidil Haram. Meski tidak ada hadits sahih yang secara spesifik mewajibkan iltizam, para sahabat Nabi sering melakukannya. Oleh karena itu, seorang Muslim boleh berdoa di Multazam selama tidak menyebabkan kemacetan atau menyakiti jamaah lain. Semoga Allah menerima setiap doa yang dipanjatkan di tempat yang penuh berkah ini. Aamiin





